Resmi! PT MNC Vision Milik Harry Tanoe Akuisisi 100% Saham K-Vision

  • May 10, 2021
sumber: google.com

Melalui keterangan resmi dari manajemen PT MNC Vision Networks (IPTV), kata executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo¬† mengatakan bahwa “Dengan demikian, MVN dengan kode saham IPTV memiliki 100% saham K-Vision terhitung sejak hari ini,”. PT MNC Vision Networks Tbk membeli sisa 20% saham kepemilikan dari K-Vision tersebut dimana kini mereka memiliki sebanyak 100% total kepemilikan saham dari k vision tersebut.

K-Vision adalah perusahaan layanan tv kabel berlangganan pra-bayar dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 6 juta pengguna yang tercatat pada pertengahan Maret dan terus bertambah pada tingkat 10-12 ribu pelanggan per-harinya. K-Vision merupakan layanan prabayar TV kabel di Indonesia yang sudah menggunakan teknologi berbasis KU-Band.

Sejarah awal K-Vision yang mana hanya memiliki kurang dari 100.000 basis pelanggan pada bulan juli 2019 langsung meningkat ketika akuisisi pertama dilakukan oleh PT. MNC Vision dengan cara menambahkan variasi konten di dalamnya, ditambahkannya 4 saluran nasional dari MNC Media yakni GTV, RCTI, MNCTV, iNews dan tak kurang dari 13 saluran berbayar lokal lainnya.

“Dengan peningkatan tersebut, K-Vision memperoleh pertumbuhan pelanggan yang cepat hingga lebih dari 6juta pelanggan saat ini, yang merupakan pertumbuhan pelanggan sekitar 60 kali hanya dalam 20bulan,” kata Hary Tanoesoedibjo. Kepemilikan awal K-Vision  awalnya dimiliki oleh Kompas Gramedia selama lima tahun dari tahun 2014 hingga tahun 2018, lalu berpindah kepemilikan ke keluarah Oetama selama 2 tahun pada 2018 hingga tahun 2019, lanjut diakuisisi oleh PT MNC Vision pada tahun 2019 pertengahan.

Konten-konten dari MNC sangat diminati oleh khalayak pasar digital di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah pengguna yang signifikan sejak ditambahkannya channel dari MNC Media ke k vision. Pandemi sekarang ini masyarakat lebih banyak beraktivitas dan melakukan hampir banyak hal sehari-harinya di rumah saja, hal inilah yang dianggap memicu K-Vision menjadi memiliki jumlah pengguna yang terus meningkat pesat perharinya.

Pelanggan baru k vision yang meningkat pesat ini tercatat sudah menembus angka hingga 514.000 pada bulan Januari, dan akan diperkirakan mencapai angka 9 juta pengguna pada tahun 2021 dan lebih dari 12 juta pelanggan di tahun 2022 mendatang. Saham IPTV sendiri melonjak naik hingga ke angka 3,12% di level Rp 264/saham dengan volume perdagangan mencapai 14,17 juta saham dengan nilai transaksi sebanyak Rp 3,65 Miliar. Saham IPTV dalam sebulan minus 8,39% dan year to date-nya turun hingga 20%.

Minggu ini, manajemen dari IPTV menyampaikan bahwasanya PT Asia Vision Network (AVN) sebagai anak perusahaan resmi bergabung atau merger dengan Malacca Straits Acquosition Company Limited (MLAC), kedua perusahaan ini telah bersepakat untuk menadatangani hitam di atas putih perjanjian mengenai renacana penggabungan atau merger dua perusahaan ini, yang mana merupakan Special Purpose Acquisition Company yang tercatat di bursa Nasdaq AS dengan kode MLAC sebagai perusahaan yang bergerak di bidang cek kosong.

Setelah berhabung, kedua perusahaan ini antara AVN dan Malacca Straits akan bekerja sama dengan tujuan untuk mendaftarkan AVN ke bursa saham Nasdaq. Melalui tujuan itu, maka akan memberikan akses para investor dari seluruh dunia ke OTT tercepat dan bisnis streaming khususnya di negara Indonesia, melalui profil pertumbuhan AVN, para investor akan dapat memberikan harganya. Kombinasi bisnis ini akan menghasilkan kurang lebih US$ 135 juta ke neraca AVN dari hasil bersih sebagaimana kata Hary Tanoesoedibjo. Disebutkan bahwa merger atau penggabungan ini akan membuat nilai performa perusahaan meningkat hingga mencapai sebesar US$ 573 juta atau setara dengan 8,02 Trilyun rupiah dengan asumsi rata-rata kurs Rp 14.000 per US dollar.

Tari

E-mail : admin@misschesty.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*